![]() |
| cak Qodir |
Abdul Qodir, atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan hangat Cak Qodir, adalah sosok figur inspiratif yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kemajuan dunia pendidikan, sosial, dan kewirausahaan di perantauan. Lahir di tanah Jawa, tepatnya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, , ia memilih untuk melangkah jauh ke tanah Sumatra dan menancapkan tonggak pengabdian nyatanya di wilayah Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan. Perpindahan domisili ini menjadi titik awal bagi perjalanan panjangnya dalam membangun peradaban masyarakat lokal melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan ekonomi mandiri.
Sebagai seorang perantau yang memiliki visi besar terhadap masa depan generasi muda, Cak Qodir melihat bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai keterbelakangan. Panggilan jiwa tersebut diwujudkannya secara nyata dengan merintis dan mendirikan Yayasan SIT Al-Furqon di Megang Sakti, Musi Rawas. Berkat ketekunan, keikhlasan, dan manajemen pengelolaan yang amanah, yayasan Islam terpadu ini tumbuh dari nol hingga menjelma menjadi salah satu institusi pendidikan formal yang paling difavoritkan oleh masyarakat setempat.
Kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi terhadap kualitas institusi ini terbukti dari lonjakan jumlah peserta didik yang menimba ilmu di bawah naungannya. Saat ini, total keseluruhan siswa aktif di Yayasan SIT Al-Furqon telah mencapai kisaran 700-an orang. Cakupan jenjang pendidikan yang diselenggarakannya pun kini sudah sangat lengkap, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga hadirnya pondok pesantren untuk memperkuat karakter keagamaan para santri.
Tidak berhenti pada pengelolaan sekolah formal semata, kepedulian Cak Qodir terhadap peningkatan kualitas SDM juga merambah ke ranah pendidikan nonformal dan keterampilan praktis. Ia mendirikan Lembaga Kursus Al-Qolam yang konsisten beroperasi sejak tahun 2006 hingga sekarang, menjadi wadah belajar bagi masyarakat yang ingin mengasah berbagai keterampilan fungsional guna menunjang kebutuhan dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk ekspansi strategis dalam menjawab tantangan pengangguran dan kebutuhan tenaga kerja terampil, ia kemudian mendirikan lembaga khusus pelatihan kerja yang diberi nama Lembaga Pelatihan Kerja Bina Satri Mandiri (BSM). Lembaga ini dirancang secara khusus untuk membekali para pemuda dengan keahlian vokasi yang aplikatif agar siap diserap oleh industri maupun mandiri secara finansial di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Perhatian besar Cak Qodir terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat juga diwujudkan melalui pendirian PKBM Bina Satri Mandiri (BSM). Kehadiran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ini menjadi penyelamat dan solusi nyata bagi warga, khususnya di wilayah Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, yang sempat putus sekolah namun memiliki kerinduan besar untuk melanjutkan pendidikan formal demi masa depan yang lebih cerah.
Melalui PKBM Bina Satri Mandiri (BSM), ia memfasilitasi penyelenggaraan program kesetaraan pendidikan Paket A, Paket B, dan Paket C secara terstruktur. Banyak warga masyarakat yang kini terbantu untuk mendapatkan ijazah resmi negara melalui program ini, sehingga mereka memiliki kesempatan yang setara dalam mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan, atau meningkatkan taraf hidup keluarga.
Selain mendedikasikan diri sepenuhnya di sektor pendidikan dan pelatihan, Cak Qodir juga dikenal sebagai seorang penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh melalui berbagai unit usaha riil. Jiwa kewirausahaannya didorong oleh semangat kemandirian untuk menyediakan infrastruktur penunjang teknologi dan digital yang pada masa-masa awal perintisannya masih sangat terbatas di daerah Megang Sakti dan sekitarnya.
Salah satu lini usaha komersial yang dirintisnya adalah toko komputer BSM, yang hadir sebagai pusat layanan teknologi informasi terpadu bagi masyarakat Musi Rawas. Toko ini tidak hanya menyediakan perangkat keras komputer, laptop, dan aksesori penunjang lainnya, tetapi juga menjadi rujukan utama bagi instansi, sekolah, dan warga sekitar yang membutuhkan layanan servis serta perbaikan perangkat elektronik.
Menjawab tingginya kebutuhan publik akan layanan publikasi, administrasi perkantoran, dan atribut penunjang pendidikan, Cak Qodir juga membuka unit usaha di bidang percetakan. Usaha percetakan ini melayani berbagai macam kebutuhan cetak dokumen, banner, stiker, hingga perlengkapan atribut sekolah bagi lembaga-lembaga pendidikan yang ada di wilayah Musi Rawas dan sekitarnya.
Tidak puas hanya pada penyediaan perangkat keras dan percetakan, keahlian teknisnya di bidang teknologi informasi mendorongnya untuk mengembangkan BSM Network. Unit usaha ini bergerak secara khusus di bidang penyediaan infrastruktur jaringan komputer, instalasi internet, serta solusi konektivitas digital yang sangat diandalkan oleh berbagai kalangan di perdesaan.
Sebagai bagian dari layanan teknis yang komprehensif di bawah bendera BSM Network, lini usaha ini juga melayani jasa pembuatan dan pemasangan tower triangle. Layanan infrastruktur penunjang telekomunikasi ini memegang peranan vital dalam memperluas jangkauan sinyal dan pemerataan akses komunikasi di berbagai titik wilayah yang membutuhkan penguatan jaringan.
Kebutuhan era modern akan sistem keamanan yang andal juga direspons secara sigap oleh Cak Qodir dengan menghadirkan layanan BSM CCTV. Unit usaha ini berfokus pada penyediaan, penjualan, serta jasa instalasi sistem kamera pengawas berkualitas tinggi untuk mengamankan aset-aset pribadi, rumah tinggal, toko, sekolah, maupun bangunan perkantoran di Musi Rawas.
Seluruh unit usaha komersial dan lembaga sosial tersebut beroperasi dalam satu ekosistem sinergis yang saling mendukung di bawah kepemimpinannya. Kedisiplinan tinggi, ketekunan tanpa kenal lelah, serta kepekaan sosial yang mendalam menjadi fondasi utama yang membuat setiap lini kegiatan yang dikelolanya selalu mendatangkan manfaat luas bagi masyarakat luas.
Perjalanan hidup seorang Abdul Qodir membuktikan bahwa batas geografi bukanlah halangan untuk menorehkan karya besar bagi negeri. Berangkat dari tanah kelahirannya di Gresik, ia memilih mendaratkan bakti nyatanya di bumi Sumatra Selatan dengan merajut asa bersama ribuan anak didik dan warga masyarakat Megang Sakti.
Di bawah kepemimpinannya, Yayasan SIT Al-Furqon terus berbenah melahirkan generasi cerdas berakhlak mulia yang siap menghadapi tantangan zaman. Keberadaan lembaga-lembaga di bawah naungannya telah menjadi mercusuar peradaban Islam dan pendidikan modern di Kabupaten Musi Rawas yang patut diperhitungkan.
Sementara itu, eksistensi lembaga kursus dan pelatihan kerja seperti Al-Qolam dan Bina Satri Mandiri telah meluluskan banyak generasi muda yang terampil dan siap mandiri secara ekonomi. Kontribusi nyata ini secara langsung mengikis angka pengangguran serta meningkatkan indeks pembangunan manusia di tingkat lokal secara berkelanjutan.
Sektor UMKM yang dibangunnya melalui toko komputer, usaha percetakan, BSM Network, hingga BSM CCTV juga mengukuhkan kapasitasnya sebagai seorang wirausahawan yang visioner. Ia tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi digital dan infrastruktur di wilayah pedesaan Sumatra Selatan.
Keteladanan yang ditunjukkan oleh Cak Qodir mencerminkan profil seorang pemimpin yang komplet: seorang pendidik yang ikhlas, pengurus yayasan yang visioner, penggerak sosial yang peduli, sekaligus pengusaha mandiri yang tangguh. Hidupnya diabdikan sepenuhnya untuk menebar kebaikan, memberdayakan sesama, dan meninggalkan warisan amal jariyah yang tak ternilai harganya bagi masyarakat Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan.