Comments

Dibalik Ujian dan Nikmat Allah SWT


Dibalik Ujian dan Nikmat Allah SWT


Mungkin kita pernah berfikir “Mengapa dilahirkan seperti ini?”. Musibah datang silih berganti, belum selesai masalah yang satu datang masalah yang lain. Hidup serba kekurangan (materi), susah mencari kerja, penyakitan, dan lain lain. Bahkan yang lebih parahnya, terbesit di hati dan pikiran menyalahkan sang pencipta, Allah SWT.
Sebagian kita juga mungkin pernah melupakan Allah SWT atas segala nikmat yang diberikanNya. Diberikan harta yang melimpah, jabatan tinggi dalam pekerjaan, diberikan kesehatan dan berbagai nikmatNya yang lain tanpa mengucapkan syukur atas semua pemberianNya.

Semua kejadian itu nyata adanya dalam kehidupan kita, ada disekitar kita, bahkan mungkin kita yang mengalaminya. Tentu kita semua juga tahu, menyalahkan dan melupakan Allah atas segala ujian dan nikmat yang diberikanNya adalah hal yang salah. Tapi kita tidak perlu menyalahkan diri sendiri ataupun menyalahkan orang lain yang berpikiran seperti. Itu adalah fase hidup yang harus dijalani sampai akhirnya kita sadar dan berpikiran arif dan bijaksana atas semua pemberian Allah SWT.
Bukankah “pengalaman adalah guru yang terbaik”, baik itu dari pengalaman pribadi ataupun dari pengalaman orang lain.
“Bagaimana dengan orang orang yang tidak mau belajar dari pengalamannya ataupun orang lain dan sering kali jatuh ke lobang yang sama?”. Tugas orang yang tahu untuk mengingatkan dan memberitahu.
“Bagaimana jika orang yang kita ingatkan tersebut tidak mau mendengarkan?”. Biarkan dia menjalani hidupnya, setidaknya kita sebagai saudara se agama telah mengingatkan.
Ada tipe orang yang memang susah menerima saran, pendapat dan kritik dari orang lain. Meskipun berkali kali jatuh di lobang yang sama, disekitarnya banyak orang yang mengalami musibah dan ujian yang serupa, tetapi tetap tidak peka. Menurut saya, tidak ada yang salah dengan orang orang yang seperti itu. Hal itu adalah pengalaman hidup dan pelajaran yang berharga untuknya hingga dia sadar suatu saat nanti yang kita juga tidak tahu kapan.
Menurut saya, terlepas dari firman Allah ataupun hadits nabi dalam agama islam, ujian (musibah) dan nikmat dari Allah SWT adalah dua hal yang tidak jauh berbeda, dan mungkin sama. Ujian dan nikmat adalah satu paket hadiah yang diberikan Allah SWT untuk hambaNya.
Ujian dalam hidup akan menjadi nikmat yang tidak terkira jika kita arif dan bijaksana dalam menyikapinya. Peka melihat dan mendengar mendengar, berusaha selalu berpikiran positif dan teguhkan hati bahwasanya “dibalik musibah tersimpan banyak nikmat Allah SWT”. Teguhkan hati bahwa “Allah tidak akan memberikan ujian yang melampaui kesanggupan hambaNya”. Nikmat Allah juga merupakan ujian. Jika kita lalai, terlena dan lupa kepadaNya maka nikmat itu akan menjadi musibah bagi kita.
“Nikmat apa yang tersimpan dibalik musibah?” Sangat banyak!!! Kita diberi peringatan untuk kembali mengingat Allah SWT yang mungkin selama ini kita lupa dengan adanya musibah, menjadikan kita orang yang lebih tabah dan sabar dalam menghadapi sesuatu, pengembangan diri dalam berpikir dan bertindak, dan lain lain.
“Benarkah Allah SWT tidak akan memberikan ujian melampaui kesanggupan kita?” Saya pribadi sulit untuk membuktikannya dan belum punya alat pengukur sampai dimana batas kesanggupan saya dalam menghadapi suatu musibah. Tapi, ujian itu akan selalu ada selama kita hidup, dan hal inilah yang membuat kita berusaha untuk melewati batas kesanggupan itu dari waktu ke waktu. Contoh nyata bagi saya bahwa Allah SWT tidak memberikan suatu ujian melampaui kesanggupan hambaNya adalah “kematian atau meninggalnya seseorang”. Jika kita telah mencapai batas kesanggupan terhadap suatu musibah maka Allah SWT akan mencabut nyawa kita.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © CAK QODIR - All Rights Reserved